Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencahariannya

Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencahariannya

Klasifikasi Desa Berdasarkan Mata Pencahariannya – Potensi sumber daya alam di desa bervariasi dan perlu dikelola oleh penduduknya untuk mengembangkan sumber daya tersebut. Artinya, mata pencaharian masyarakat di setiap desa berbeda-beda. Atas dasar itu, desa dibagi ke dalam klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian masyarakat.
Kekayaan sumber daya alam yang berbeda di setiap desa membedakan hasil karya masyarakat sesuai dengan sumber daya yang akan dikembangkan.
Semua sumber daya di desa dapat digunakan dan dikembangkan menjadi pekerjaan. Oleh karena itu potensi masyarakat desa dipengaruhi oleh potensi desa.

Karena sumber daya alam yang berbeda di setiap desa, pekerjaan masyarakat juga berbeda. Klasifikasi desa menurut pekerjaan adalah sebagai berikut:

Klasifikasi Desa Potensi Sumber daya desa

Desa Agraris

Desa yang mayoritas penduduknya hidup dari sektor pertanian dikenal dengan desa agraris. Desa seperti ini biasanya berada di pegunungan dan memiliki kesuburan tanah yang baik. Sehingga tanah mudah diolah dengan tanaman yang memiliki nilai ekonomis.
Jenis tanaman yang ditanam bervariasi tergantung kesuburan tanah dan iklim di wilayah desa. Istilah desa pertanian tidak hanya digunakan untuk desa yang sebagian besar petani berada di persawahan. Perkebunan dan petani tanaman juga ditugaskan ke bagian pertanian.

Kotamadya mengembangkan dan mengelola sumber daya alam berupa tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah, menjadikan desa sebagai sektor pertanian atau pertanian. Hal itu tentunya membuat sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani.

Desa nelayan

Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Desa-desa dengan penduduk seperti itu biasanya berada di pinggir pantai atau tidak jauh dari laut. Ada jenis tanah kering dan iklim hangat, tetapi ada banyak sumber daya laut.

Karena sifat tanahnya yang tidak subur dan iklim yang tidak sesuai untuk sektor pertanian, desa dapat memanfaatkan sumber daya laut yang memiliki potensi pengembangan lebih besar. Kekayaan bahari yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai mata pencaharian yang lebih baik bagi desa-desa.
Penduduknya lebih cocok menjadi nelayan yang mencari kekayaan di laut yang cukup dekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan cara ini nelayan dapat memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya desa berupa kekayaan laut.

Desa industri

Desa industri adalah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri. Industri di sini tidak hanya mencakup industri besar yang dikelola oleh perusahaan seperti pabrik, tetapi juga industri kecil dalam negeri yang biasanya diproduksi oleh penghuni rumah. Artinya mayoritas penduduknya bekerja sebagai pengelola suatu perusahaan atau industri.

Karena letak desa industri yang biasanya jauh dari pegunungan dan laut, desa-desa di kawasan ini tidak dapat mengembangkan sektor pertanian atau mengelola sumber daya laut. Namun, ia memiliki sumber daya manusia yang memadai karena kawasan desa industri biasanya terletak di dekat kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Hal ini membuat warga lebih bergantung pada sumber daya manusia atau tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Memanfaatkan potensi sumber daya manusia untuk mengelola industri yang dibangun di wilayah pedesaan.
Ini adalah klasifikasi desa menurut kehidupan masyarakat. Potensi desa dalam hal sumber daya alam dan manusia dapat mempengaruhi klasifikasi jenis ini. Karena dengan mengelola sumber daya itu, sumber daya yang ada dapat digunakan dan dikembangkan. Manajemen yang memiliki reputasi baik dapat menjadi karir yang menguntungkan dan menjanjikan bagi masyarakat pedesaan.